Kamis, 10 April 2008

PR Besar Pemerintahan SBY-JK untuk 2008 Part III: Non-Income Poverty

(... Sambungan)

Kemiskinan non-pendapatan erat kaitannya dengan dimensi-dimensi kemanusiaan, seperti: kebutuhan konsumsi yang mendasar, pendidikan, kesehatan, akses ke infrastruktur dasar. Kemiskinan non-pendapatan berkorelasi langsung dengan output sumber daya manusia yang dihasilkan oleh suatu negara. Salah satu indikator umum yang bisa digunakan untuk melihat tingkat kemiskinan non-pendapatan adalah tingkat Human Development Index (HDI). Pada publikasi terakhir yang dirilis oleh UNDP, Indonesia berada pada peringkat 107, lebih rendah dibanding Vietnam, Filipina, apalagi Malaysia, Thailand, atau Singapura.

Tingkat kemiskinan non-pendapatan juga erat dengan tujuan-tujuan yang ada pada Millenium Development Goals (MDGs). Untuk Indonesia, kendati telah terdapat kemajuan pada jumlah yang masuk pendidikan dasar (SD), jangkauan kesehatan, dan penurunan kematian anak, tetapi pada indikator-indikator lain masih jauh tertinggal, seperti dilansir oleh World Bank sebagai berikut:

  • 52% dari orang miskin tidak memiliki akses terhadap air bersih.
  • 44% dari orang miskin tidak memilik sarana sanitasi yang layak. 80% orang miskin di desa dan 59% orang miskin di kota tidak memiliki akses terhadap septic tank.
  • Tingkat kematian ibu hamil dan melahirkan merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara (307 per 100.000). Angka ini tiga kali lebih tinggi dibanding Vietnam dan enam kali lebih tinggi dibanding China dan Malaysia.
  • Hanya 72% kelahiran yang ditemani oleh tenaga ahli, seperti bidan atau dokter.
    HIV/AIDS menjalar dengan cepat di seluruh daerah.
  • Adanya ketimpangan antara daerah satu dengan lain yang begitu besar, terutama untuk Indonesia bagian Timur.
  • Tingkat malnutrisi yang tinggi dan terus meningkat: 25% balita mengalami malnutrisi di Indonesia.
  • Kendati jumlah yang masuk SD terus meningkat, tetapi transisi dari SD ke SMP masih mengalami masalah

Melihat kondisi ini, tentu PR pemerintah bertambah besar dibanding dengan hanya mengatasi kemiskinan berdasarkan pendapatan. Masalah-masalah kemiskinan non-pendapatan sangat berkaitan erat dengan kelangsungan hidup si miskin dan kualitas dari sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

(Bersambung ...)

1 komentar:

Rajawali Muda mengatakan...

bagus bung, memang betul ini yang harusnya jadi ukuran kemiskinan sebenarnya di indonesia, measuring capabilities kalo amartya sen,kita bukan negara afrika dengan kemiskinan yang akut, tapi negara yang sedang berkembang, tapi stagnan,di infrastruktur, akibatnya income poverty juga ga maju maju.