(... Sambungan) Terkait dengan bahan pangan, apa yang terjadi di Indonesia kurang lebih senada dengan apa yang diungkapkan oleh Paul Krugman. Permasalahan yang terjadi pada sektor pertanian, diatasi dengan kebijakan perdagangan. Soal kedelai misalnya. Demi melindungi petani dalam negeri, pemerintah menerapkan kebijakan perdagangan berupa penerapan tarif impor (bea masuk kedelai). Akibatnya, petani dalam negeri tidak mengalami persaingan yang lebih kompetitif sehingga cenderung bermalas-malasan, tidak berinovasi, dan pada ujungnya produktivitas petani juga tidak mengalami peningkatan. Ketika AS memberikan subsidi pada petaninya, permasalahan pun semakin buruk. Dengan kualitas yang lebih tinggi dan harga murah (bahkan harganya bisa lebih rendah ketika masuk Indonesia), kedelai domestik pun kalah bersaing. Produksi kedelai terus merosot, padahal konsumsi semakin meningkat. Akhirnya impor pun harus dilakukan.
Poin yang ingin saya angkat dari ulasan di atas adalah permasalahan utama penyebab naiknya harga kedelai bukan masalah impor, atau yang lain, melainkan rendahnya produktivitas petani. Melihat itu, solusinya tentu bukan dengan memberikan perlindungan berupa tarif impor, melainkan bagaimana meningkatkan produktivitas si petani. Artinya, seharusnya senjata utama dari pemerintah adalah kebijakan pada sektor pertanian.
Kita ingat bahwa SBY adalah seorang Doktor di bidang pertanian. Kita ingat pula salah satu program utama SBY adalah peningkatan di sektor pertanian, yang dikenal dengan program revitalisasi pertanian. Namun, hingga hampir 4 tahun pemerintahannya, sektor ini belum mengalami perbaikan berarti. Tampaknya ada masalah dalam program revitalisasi pertanian ini.
Melihat kondisi yang ada sekarang, solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah kenaikan harga mau tidak mau adalah dengan tetap melakukan impor. Namun untuk jangka panjang, jika pemerintah memang ingin fokus pada soal pertanian, pemberian subsidi pada sektor ini memainkan peranan penting. Pemberian subsidi pun tidak sembarangan, subsidi yang diberikan haruslah benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dari petani. Pemberian subsidi untuk peningkatan inovasi dan teknologi pertanian, saya rasa akan sangat tepat dilakukan.
Syahrir Research Januari 2008
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar