Kamis, 10 April 2008

PR Besar Pemerintahan SBY-JK Tahun 2008 Part I: Pendahuluan

Di tahun 2007, untuk pertama kalinya sejak krisis 1998, angka pertumbuhan ekonomi hampir pasti akan mencapai diatas 6%. Selain itu, angka inflasi juga stabil pada kisaran 6,5%, sesuai dengan target pemerintah maupun BI. Sementara itu, kinerja ekspor yang bagus di 2006 terus berlanjut pada tahun 2007. Kinerja ekspor yang kuat, selain menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi, juga menyebabkan meningkatnya cadangan devisa Indonesia hingga mendekati US$ 55 miliar.

Dilihat dari sisi investasi, kendati masih lambat peningkatannya, tetapi perlahan-lahan mulai ada perbaikan. Membaiknya sisi investasi dapat dilihat pada share-nya terhadap PDB yang terus meningkat. Angka realisasi investasi yang dirilis oleh BKPM juga mendukung fakta mulai membaiknya sisi investasi. Angka BKPM menunjukkan besarnya realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 91,8 triliun atau US$ 10,2 miliar hingga 15 Desember 2007. Angka ini meningkat 170% dibanding tahun 2006 dan merupakan yang tertinggi sejak 1967.

Hal yang tidak berbeda juga terlihat pada sisi moneter dan keuangan, BI-Rate terus mengalami penurunan, hingga saat ini besarnya 8% saja. Penurunan BI-Rate yang juga direspon dengan penurunan tingkat suku bunga deposito dan kredit ini, perlahan-lahan mulai memperbaiki kinerja kredit perbankan. Sementara itu, nilai tukar Rupiah stabil, kendati dibanding awal tahun, Rupiah mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika. Di sisi lain, pasar modal benar-benar melejit sepanjang tahun 2007, walaupun sempat didera guncangan finansial global akibat krisis Subprime Mortgage.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bagaimana perekonomian Indonesia berada pada track yang benar dan mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, di balik segala kesuksesan ekonomi yang telah dicapai hingga tahun 2007 ini, ada satu masalah besar di negara ini yang menuntut perhatian lebih dari semua kalangan, yakni pada masalah kemiskinan. Kemiskinan disini bukan hanya kemiskinan pendapatan (income poverty) yang selama ini banyak dibicarakan orang, tetapi juga kemiskinan non-pendapatan (non-income povery). Sisi kemiskinan yang satu ini jarang diangkat ke permukaan di Indonesia, padahal sisi kemiskinan ini yang lebih memprihatinkan kondisinya.

(Bersambung ...)

Tidak ada komentar: